Usai Apel HUT RI, Ratusan Petani Reklaim Lahan yang Disebut Dikuasai PT WKSM
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - Ratusan petani yang tergabung dalam Sarikat Tani Adat Budong Budong (S-TAB) Mamuju Tengah melakukan reklaim lahan yang mereka sebut selama ini dikuasai PT WKSM, Senin (17/8/2026).
Aksi tersebut dilakukan setelah mereka mengikuti apel peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus deklarasi S-TAB di pelataran parkir Tugu Benteng Kayumagiwang, Tobadak.
Usai deklarasi, massa kemudian bergerak menuju lokasi perkebunan sawit yang disebut sebagai lahan yang selama ini dikuasai PT WKSM.
Mereka bergerak dalam karnaval kemerdekaan sebelum tiba di lokasi yang menjadi sasaran reklaim.
Setibanya di lokasi, para petani melakukan reklaim lahan. Aksi berlangsung tertib dan tidak diwarnai kericuhan.
Penggagas S-TAB Mamuju Tengah, Muhaimin Faisal, mengatakan organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah bagi petani untuk memperjuangkan hak atas lahan dan ruang hidup mereka.
Menurut Muhaimin, perjuangan petani melalui S-TAB tidak ditujukan untuk berhadapan dengan pihak tertentu, melainkan mencari penyelesaian atas persoalan agraria yang selama ini mereka hadapi.
Ia meminta seluruh anggota menjaga agar setiap gerakan organisasi tidak keluar dari koridor hukum.
"Karena itu, kami meminta seluruh anggota menjaga pergerakan organisasi ini dari tindakan yang melanggar hukum. S-TAB tidak hadir untuk menjadi lawan siapa pun, melainkan mitra pemerintah dalam mencari solusi dan penyelesaian konflik lahan," ujar Muhaimin.
Sebelum bergerak ke lokasi reklaim, peserta deklarasi terlebih dahulu membacakan ikrar dan naskah deklarasi S-TAB Mamuju Tengah.
Reklaim lahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan perdana organisasi petani itu setelah deklarasi. Mereka membawa persoalan penguasaan lahan sebagai salah satu isu utama yang ingin diperjuangkan.
S-TAB Mamuju Tengah berharap konflik lahan antara petani dan perusahaan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum dengan melibatkan pemerintah serta seluruh pihak yang berkepentingan.
Hingga aksi berlangsung, kegiatan reklaim disebut berjalan tertib dan tanpa kericuhan.
Editor : A. Rudi Fathir