Proyek Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah Berdebu, Warga Sebut Jarang Disiram
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - Pengerjaan proyek Jalan Trans Sulawesi di wilayah Desa Tabolang, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dikeluhkan warga setempat akibat pekatnya kepulan debu dan kondisi jalan yang berlubang, Selasa (1/9/2026).
Warga mengaku kondisi berdebu tersebut sudah dirasakan selama kurang lebih tiga bulan terakhir, terutama di tengah musim kemarau. Mobilisasi kendaraan yang melintas memicu debu hingga masuk ke permukiman warga.
Salah seorang warga Desa Tabolang, Yusril, menuturkan bahwa penyiraman jalan oleh pelaksana proyek dinilai sangat minim.
“Debunya berdampak sekali, baru jarang sekali disiram sama pekerja,” ujar Yusril, Selasa.
Selain masalah debu, Yusril menyoroti lubang jalan di kawasan tersebut yang sering memicu kecelakaan lalu lintas.
“Depan sini biasa juga kecelakaan, Pak, karena berlubang sekali. Semoga secepatnya bisa dikerja,” sambungnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, Manajer Proyek dari pihak kontraktor, Ucok, berjanji akan menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan frekuensi penyiraman jalan guna mengurangi dampak debu.
“Nanti saya tekankan lagi sama teman-teman yang kerja bawa tangki. Minimal siang dan sore dia siram pakai tangki,” ujar Ucok.
Mengenai keluhan lambannya pengerjaan, Ucok menjelaskan bahwa tahapan proyek akan segera memasuki proses pengaspalan dalam waktu dekat.
“Jumat atau Sabtu ini kita sudah aspal, atau paling lambat minggu depan,” katanya.
Proyek perbaikan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan wilayah Desa Topoyo hingga Desa Karossa ini dikerjakan oleh PT Exsora/PT Nursyam dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada akhir 2027 mendatang.
Editor : A. Rudi Fathir