Kemarau Panjang, Warga Mateng Gali Sumur 2 Kali tapi Tak Kunjung Dapat Air, BPBD Kirim 2.000 Liter
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga di sejumlah wilayah Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Di Dusun Karondang, Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, warga bahkan harus menggali sumur hingga dua kali karena sumber air yang diharapkan belum juga ditemukan.
Kondisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Tengah menyalurkan air bersih ke permukiman warga yang terdampak kekeringan pada Kamis (20/8/2026).
Kali ini, distribusi air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tiga rumah warga di Dusun Karondang.
Salah seorang warga, Sardi, mengatakan kesulitan mendapatkan air bersih telah dirasakan masyarakat selama beberapa pekan terakhir.
“Sudah beberapa minggu ini kami benar-benar kekeringan air, Pak. Sudah dua kali menggali sumur, tetapi belum juga mendapatkan air,” ujar Sardi.
Menurut Sardi, kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari. Bantuan dari BPBD menjadi salah satu sumber air yang dapat digunakan warga selama kekeringan berlangsung.
Ia mengatakan air bersih tiba tidak lama setelah warga menyampaikan laporan kepada BPBD.
“Alhamdulillah, setelah melakukan laporan, tidak berlangsung lama air langsung tiba dengan tandon kapasitas 2.000 liter,” katanya.
Sardi berharap hujan segera turun sehingga warga dapat kembali memperoleh air dari sumber-sumber air di sekitar permukiman.
“Semoga kemarau ini segera berakhir dan kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air,” ujarnya.
Distribusi air bersih tersebut menjadi bentuk penanganan langsung terhadap warga yang mulai terdampak kekeringan. BPBD Mamuju Tengah masih melakukan pendistribusian air ke wilayah yang membutuhkan selama kondisi kekurangan air bersih berlangsung.
Editor : A. Rudi Fathir