Pelaksana Tolak Wawancara, Awak Media Diminta Tak Ambil Gambar Proyek RS PHTC Mateng
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - Progres pembangunan rumah sakit yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, belum banyak diketahui publik.
Proyek pembangunan rumah sakit yang berada di kawasan Kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, tersebut hingga kini masih dalam tahap pengerjaan.
Namun, upaya sejumlah awak media untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan proyek tidak membuahkan hasil.
Saat ditemui di lokasi, seorang pria bernama Rido yang mengaku sebagai bagian dari tim keuangan proyek mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan keterangan terkait progres pembangunan.
“Maaf Pak, kami tidak bisa memberikan keterangan. Sebaiknya Bapak langsung konfirmasi ke Kemenkes,” ujar Rido kepada awak media, Kamis (10/9/2026).
Ia juga meminta awak media berkoordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan jika ingin memperoleh informasi mengenai proyek tersebut.
“Silakan berkoordinasi ke Kemenkes Pak, mohon maaf,” katanya.
Selain kesulitan memperoleh informasi, awak media juga diminta untuk tidak melakukan pengambilan gambar di kawasan proyek pembangunan rumah sakit tersebut.
“Maaf Pak, tolong untuk tidak mengambil gambar di kawasan ini,” ujar salah seorang pihak pelaksana di lokasi.
Larangan tersebut membuat awak media tidak dapat mendokumentasikan kondisi pembangunan dari dalam area proyek.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi terkait proyek pembangunan rumah sakit yang merupakan bagian dari program PHTC atau Quick Win pemerintah pusat di bidang kesehatan.
Sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat, perkembangan pembangunan rumah sakit tersebut menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga Mamuju Tengah.
Hingga awak media meninggalkan lokasi, pihak pelaksana belum memberikan penjelasan mengenai persentase progres fisik pembangunan, capaian pekerjaan, maupun target penyelesaian proyek.
Konfirmasi kepada Kementerian Kesehatan juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan terbaru pembangunan rumah sakit tersebut, termasuk progres fisik, nilai pekerjaan, target penyelesaian, serta alasan pembatasan pengambilan gambar di area proyek.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak Kementerian Kesehatan maupun pelaksana proyek terkait hal tersebut.
Editor: A. Rudi Fathir