Cara SDK Kenalkan Sulbar di Kejurnas Bridge, Ada Sumur Jodoh
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengucapkan selamat datang kepada sejumlah atlet yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-60 dan Kongres Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) ke-27.
Pembukaan Kejurnas Bridge dan Kongres Gabsi digelar di Ballroom Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (17/9/2026).
Di situ, SDK menggunakan kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Sulawesi Barat. Salah satunya udara Mamuju yang terkenal sangat bersih.
"Daerah ini adalah daerah di Asia bahkan dunia, Kota Mamuju ini adalah udara yang terbersih, jadi kalau mau hirup udara yang bersih datang ke sini, tidak sama dengan kota-kota lain sudah tercemar dia punya udara, di sini udaranya paling sehat dan yang paling bersih," kata SDK.
SDK juga menyebut Pulau Karampuang yang memiliki sumur jodoh.
Ia berseloroh, apabila ada peserta yang ingin cepat menemukan jodoh, bisa mencoba mandi di sumur jodoh yang ada di Pulau Karampuang, Mamuju.
"Datang saja ke Pulau Karampuang sana, disana ada sumur jodoh namanya, yang penting jangan mencebur ke bawah pak, nanti kelebihan jodohnya kalau menceburkan," katanya.
"Jadi lebih bagus mandi di sumur jodoh sana, enam bulan bapak kembali dari sini, pasti bapak kabari saya, terima kasih pak gubernur sudah mandi di sumur jodoh, saya sudah dapat jodoh," seloroh SDK disambut tawa dan tepuk tangan meriah.
SDK juga menuturkan, sektor perkebunan dan pertanian menjadi sumber penghasilan di Sulbar dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bahkan mampu swasembada pangan.
"Swasembada disektor beras, jagung, kami juga ditopang oleh perkebunan sawit, jadi hidupnya orang di sini di sektor pertanian, kemudian ditopang sedikit dengan industri, ditopang dengan UMKM," jelasnya.
SDK juga menyampaikan bahwa Sulbar belum menjadi daerah yang kaya, baik pemerintah maupun masyarakatnya.
"Daerah ini tenang, daerah ini tidak terlalu gaduh. Jadi selamat pak, selamat bertanding, selamat berkongres, kami melayani sesuai kemampuan," pungkasnya.
Kejurnas Bridge dan Kongres Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) ke-27 ini diikuti atlet dari 21 provinsi dan berlangsung selama sembilan hari, mulai 17 hingga 26 September 2026.
Editor: Lukman Rahim