Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sentil Penggunaan HP pada Anak, Sekda Sulbar Dorong Penguatan Benteng Pesantren
Advertisement . Scroll to see content

Sekda Sulbar Sentil ASN Soal Jam Kerja: Masuk Pagi Pulang Sore Belum Dinamakan Mengabdi!

Senin, 05 Oktober 2026 | 12:21 WIB
  • author Irfandi
Sekda Sulbar Sentil ASN Soal Jam Kerja: Masuk Pagi Pulang Sore Belum Dinamakan Mengabdi!
Sekda Sulbar Junda saat memimpin apel virtual dari Majene, Senin (5/10/2026).

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sekda Sulbar), Junda Maulana, memberikan teguran tajam kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulbar. Ia menegaskan bahwa bekerja hanya sebatas menggugurkan kewajiban jam kerja formal belum bisa dikategorikan sebagai bentuk pengabdian.

Hal tersebut ditegaskan Junda saat memimpin apel virtual dari Majene, Senin (5/10/2026). Dalam arahannya, ia meminta momentum Hari Jadi Sulbar ke-20 tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi total terhadap efisiensi dan dedikasi ASN.

"Kalau kita sebagai ASN hanya menjalankan tugas sehari-hari, itu belum dikatakan mengabdi atau berdedikasi. Itu baru sebatas konsekuensi dari status kita sebagai ASN," ujar Junda.

Junda menekankan bahwa pengabdian sejati menuntut kerja ekstra di luar standar rutinitas harian. Menurutnya, ASN dituntut memberikan kontribusi lebih untuk mengakselerasi pembangunan daerah serta menyukseskan program panca daya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

"Kalau cuma masuk jam 07.30 lalu pulang jam 16.00 sore, itu belum dinamakan mengabdi. Pengabdian butuh kemauan luar biasa dan dedikasi nyata di atas standar biasa," tegasnya.

Tak hanya menyoroti masalah kedisiplinan dan mentalitas kerja, Junda juga menginstruksikan seluruh instansi untuk mengikis ego sektoral. Ia meminta dinas-dinas memperkuat kolaborasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang dihasilkan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Meski mendorong kinerja lebih masif, Junda mengapresiasi capaian ekonomi Sulbar sejak berdiri. PDRB Sulbar melesat tajam dari Rp4,45 triliun sebelum 2004 menjadi Rp54,65 triliun. Angka kemiskinan pun terpangkas dari 20 persen menjadi 10 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 58 menjadi 71 poin. Sulbar juga mengantongi predikat tingkat pengangguran terendah se-Sulawesi dari Kemendagri.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar ASN tidak cepat berpuas diri karena beberapa indikator seperti IPM dan kemiskinan masih perlu dipacu agar melampaui rata-rata nasional.

"Kalau bukan kita yang kompak, siapa lagi? Ayo tingkatkan kinerja dan semangat untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan Pemprov Sulbar," pungkas Junda.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut