Diserbu Asap Karhutla, Mahasiswa Mamuju Bagikan Masker Gratis, Sentil Perhatian Pemerintah
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Kualitas udara di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, terus memburuk dalam beberapa hari terakhir akibat pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Merespons kondisi yang kian mengkhawatirkan tersebut, puluhan mahasiswa turun ke jalan membagikan masker gratis kepada para pengguna jalan, Senin (19/10/2026).
Aksi sosial dan edukasi ini digalang oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Mamuju bersama Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) UNIKA di sejumlaj persimpangan jalan utama pusat Kota Mamuju.
Kabut asap tebal yang mengancam kesehatan warga ini diduga kuat merupakan akumulasi asap kiriman dari luar wilayah Sulawesi Barat seperti Pulau Kalimantan yang diperparah oleh munculnya titik-titik kebakaran lokal di wilayah Kabupaten Mamuju.
Ketua GMKI Cabang Mamuju, Ratno Irawan, menegaskan bahwa aksi pembagian masker ini dilakukan sebagai langkah pencegahan instan agar masyarakat terhindar dari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Ketika kualitas udara memburuk, mahasiswa tidak boleh tinggal diam. Kami membagikan masker gratis sebagai tindakan nyata mengurangi paparan asap yang berbahaya bagi paru-paru warga," ujar Ratno.
Selain membagikan masker, massa mahasiswa juga memberikan edukasi agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
Ketua PMK UNIKA, Hardianto, menambahkan bahwa pihaknya juga menyerukan pesan stop pembakaran lahan secara sembarangan yang kerap menjadi pemicu utama memburuknya kualitas udara.
Tak hanya sekadar beraksi sosial, para mahasiswa juga melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju yang dinilai kurang sigap menanggulangi ancaman karhutla.
Mahasiswa mendesak dinas terkait segera memadamkan titik api lokal, memperketat pemantauan kualitas udara, serta memberikan mitigasi kesehatan yang jelas bagi masyarakat terdampak.
"Persoalan kabut asap ini butuh tindakan nyata, bukan sekadar imbauan di kertas. Pemda dan dinas terkait harus memperkuat koordinasi. Masyarakat Mamuju berhak atas udara bersih dan lingkungan sehat," tegas mereka.
Aksi yang berlangsung tertib ini mendapat sambutan hangat dari para pengguna jalan yang melintas di tengah pekatnya kabut asap. Mahasiswa berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas sebelum dampak kesehatan warga semakin memburuk.
Editor: Suandi