MATENG, iNewsMamuju.id — Aktivitas angkutan kelapa sawit menggunakan truk bermuatan melebihi kapasitas kembali menuai sorotan tajam dari warga Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Minggu (1/2/2025). Truk-truk sawit yang melintas di jalan raya dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Meski industri pengolahan sawit di Mamuju Tengah terus berkembang pesat dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, distribusi sawit di jalan umum justru menjadi persoalan serius yang berulang kali dikeluhkan warga. Truk bermuatan overload kerap melintas tanpa pengamanan muatan yang memadai.
Salah satu warga Pangale, Anwar, mengaku sangat resah dengan kondisi tersebut. Ia menilai truk sawit yang melanggar aturan bukan hanya merusak jalan, tetapi juga mengancam nyawa pengendara lain.
“Harus segera ditertibkan, Pak. Truk-truk ini memang membandel. Kejadian kecelakaan sudah berapa kali terjadi,” tegas Anwar kepada wartawan.
Anwar mengungkapkan, meski sebelumnya pihak kepolisian sempat melakukan penertiban, namun saat ini pelanggaran kembali marak. Ia mencontohkan, dulu truk-truk sawit sempat diwajibkan memasang jaring pengaman di bagian atas muatan.
“Pernah ditertibkan petugas, bahkan waktu itu di atas truk dipasangi jaring untuk mengamankan muatan. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi yang begitu saya lihat, Pak,” ungkapnya.
Editor : A. Rudi Fathir
Artikel Terkait
