Sengketa Sawit Memanas! Dua Kelompok Warga di Mateng Nyaris Adu Bacok

Wahid
Dua kelompok warga saling berhadapan dan hampir terlibat adu bacok, Selasa (20/1/2026), akibat klaim kepemilikan lahan yang sama. Foto: iNewsMamuju.id/Wahid

MATENG, iNewsMamuju.idSengketa lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Salubaja, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, nyaris berujung bentrok berdarah. Dua kelompok warga saling berhadapan dan hampir terlibat adu bacok, Selasa (20/1/2026), akibat klaim kepemilikan lahan yang sama.

Situasi di lokasi sengketa sempat memanas dan mencekam, lantaran masing-masing kelompok terlihat membawa senjata tajam berupa parang. Adu mulut tak terhindarkan, bahkan nyaris berubah menjadi aksi kekerasan terbuka yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar.

Beruntung, personel kepolisian dari Polres Mamuju Tengah bergerak cepat mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Kehadiran aparat berhasil meredam emosi kedua belah pihak sebelum konflik meluas dan menimbulkan korban.

“Guna menghindari konflik yang lebih besar, perwakilan dari kedua kelompok kami bawa ke Mapolres Mamuju Tengah untuk dilakukan klarifikasi,” ujar KBO Reskrim Polres Mateng, IPDA Marshia, kepada wartawan.

IPDA Marshia menjelaskan, meski sempat terjadi ketegangan di lapangan, situasi kini telah berhasil dikendalikan. Kepolisian langsung mengambil langkah-langkah hukum awal, termasuk pemeriksaan dan pendalaman terkait status kepemilikan lahan yang disengketakan.

“Saat ini kami melakukan pemeriksaan awal, yakni membuat berita acara interogasi terhadap masing-masing pihak terkait dasar kepemilikan lahan perkebunan sawit tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses penanganan akan dilakukan secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan data administrasi, dokumen kepemilikan, serta keterangan saksi yang relevan agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian juga mengimbau kedua kelompok warga untuk menahan diri, tidak terpancing emosi, serta tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat berujung pada proses hukum pidana.

“Kami harap semua pihak tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada aparat penegak hukum,” tutup IPDA Marshia.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Salubaja terpantau aman dan kondusif, dengan aparat kepolisian masih melakukan pengamanan serta monitoring lanjutan guna mencegah potensi konflik susulan.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network