60 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi El Nino di Sulbar Bertahan hingga Maret 2027

Suandi
Sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Bonehau, mengalami kekeringan. Foto: iNewsMamuju/Gemik

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Fenomena El Nino yang saat ini berada pada level sangat kuat diprediksi masih berlangsung hingga Januari-Maret 2027. Kondisi tersebut berpotensi membuat curah hujan di Sulawesi Barat tetap terpengaruh meski musim kemarau diperkirakan mulai berakhir.

Prakirawan Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, Anggie Prabowo, mengatakan proyeksi tersebut mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"El Nino-nya kan saat ini sudah sangat kuat, dan ini dari BMKG memprediksi akan tetap lanjut hingga Januari, Februari, Maret," ujar Anggie Selasa (11/8/2026).

Dampak El Nino menjadi perhatian karena Sulawesi Barat tengah menghadapi periode kering. Hari tanpa hujan bahkan telah mencapai 60 hari di sejumlah wilayah di Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju.

Menurut Anggie, kondisi tersebut tidak serta-merta berakhir ketika musim kemarau selesai. Curah hujan memang diperkirakan mulai meningkat pada September-Oktober, tetapi pengaruh El Nino masih dapat menekan intensitas hujan.

"Walaupun memang musim kemaraunya sudah berakhir, curah hujan mungkin akan sedikit menurun akibat dari gangguan El Nino ini," katanya.

Dengan kondisi tersebut, berakhirnya musim kemarau bukan berarti hujan akan langsung kembali pada kondisi normal. Pengaruh El Nino masih berpotensi membuat jumlah maupun intensitas hujan lebih rendah dari kondisi yang biasanya terjadi.

Kondisi ini perlu diperhatikan terutama di wilayah yang telah mengalami hari tanpa hujan cukup panjang. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Jika El Nino bertahan hingga awal 2027 seperti yang diproyeksikan, kondisi curah hujan di Sulawesi Barat perlu terus dipantau, terutama saat memasuki periode peralihan dari kemarau menuju musim hujan.

Dengan demikian, meski hujan mulai meningkat pada September-Oktober, masyarakat tidak serta-merta dapat menganggap ancaman kekeringan telah berakhir. Pengaruh El Nino masih dapat memengaruhi pola dan intensitas hujan di Sulawesi Barat hingga awal tahun depan.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network