Dua Kali Terbakar dalam Sepekan, 2 Hektare Lahan Gambut di Mamuju Tengah Hangus Dilalap Api

Suandi
karhutla melanda kawasan lahan gambut di Dusun Lembabou, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (20/8/2026). (Foto: Wahid/iNewsMamuju.id).

MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan lahan gambut di Dusun Lembabou, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (20/8/2026).

Api melalap lahan gambut milik warga bernama H. Sahrul dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hektar.

Peristiwa ini menyita perhatian lantaran lokasi tersebut sebelumnya sempat terbakar pada Senin (17/8/2026) lalu, sebelum akhirnya kembali membara tiga hari kemudian.

Komandan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran yang memimpin evakuasi, Fajrin, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga setempat sekitar pukul 11.33 WITA.

"Informasi kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran dari masyarakat setempat melalui sambungan telepon sekitar pukul 11.33 WITA," ujar Fajrin saat dikonfirmasi, Kamis.

Usai menerima laporan, tim damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan 11 personel dan dua unit armada pemadam.

Proses pemadaman juga dibantu oleh personel TNI. Satu unit kendaraan dari Koramil Desa Babana dikerahkan ke lokasi untuk menyuplai kebutuhan air.

Terkendala Karakteristik Gambut

Petugas di lapangan sempat mengalami kesulitan saat menjinakkan si jago merah. Karakteristik lahan gambut yang kering dan menyimpan material mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Setelah berjuang sekitar tiga jam di tengah kondisi medan yang sulit, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

"Setelah hampir tiga jam berjibaku, proses penanganan akhirnya dinyatakan selesai sekitar pukul 14.44 WITA," tutur Fajrin.

Hingga saat ini, penyebab pasti memutarnya titik api di lahan tersebut masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.

Peristiwa terbakarnya kembali lokasi yang sama ini menjadi peringatan serius bagi warga dan otoritas setempat. Lahan gambut berpotensi tinggi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah (subsurface fire), sehingga api dapat sewaktu-waktu muncul kembali jika penanganan tidak dilakukan hingga tuntas.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network