Gegara Bakar Sampah, Lahan Gambut di Topoyo Mamuju Tengah Terbakar Hebat hingga 7 Jam
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id -Kecerobohan membakar sampah kembali memicu bencana. Kebakaran hebat melahap areal lahan milik warga di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Kamis (3/9/2026). Cuaca kering membuat kobaran api menjalar dengan cepat dan menghanguskan vegetasi di lokasi kejadian.
Komandan Regu (Danru) Damkar Mamuju Tengah, Arman Arsyad, mengungkapkan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan bahaya kebakaran dari pesan singkat warga sekitar pukul 12.28 WITA.
"Informasi kebakaran pertama kali kami terima dari masyarakat melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 12.28 WITA," ujar Arman saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Mendapat laporan tersebut, tim pemadam langsung diterjunkan ke titik lokasi. Sebanyak 12 personel dikerahkan untuk menundukkan si jago merah. Namun, upaya pemadaman sempat terkendala oleh terbatasnya sarana armada operasional.
"Kami turunkan 12 personel menggunakan satu unit armada 02, sebab satu unit mobil pemadam lainnya saat ini dalam kondisi rusak," beber Arman.
Proses penjinakan api memakan waktu yang sangat lama lantaran area yang terbakar merupakan kawasan lahan gambut. Karakteristik tanah gambut menyimpan bara di bawah permukaan, sehingga api sangat mudah menjalar dan sulit dipadamkan total.
Hingga pukul 19.00 WITA, para petugas masih berjibaku di lapangan untuk proses pendinginan (cooling down) guna memverifikasi titik-titik api benar-benar padam dan tidak menyebar ke pemukiman warga.
Berdasarkan investigasi awal, pemicu utama kebakaran diduga kuat berasal dari api pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan hingga merembet ke area lahan kering di sekitarnya.
Akibat insiden ini, kondisi lahan warga mengalami kerusakan parah. Meski demikian, belum ada taksiran resmi mengenai total kerugian materiil akibat musibah tersebut.
Beruntung, respons cepat petugas di lapangan berhasil mengisolasi pergerakan api sehingga tidak meluas ke kawasan permukiman yang berpotensi membahayakan jiwa warga. Peristiwa ini menjadi teguran keras bagi masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan, terutama saat musim kemarau dan kondisi lahan sedang mengering.
Editor : A. Rudi Fathir