Delapan Hari pasca-Gempa Utama M 7,7 Flores, Gempa Susulan Tembus Hampir 6.000 Kali

Suandi
Salah satu bangunan rusak dampak gempa besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (5/8/2026). (Foto: Istimewa).

FLORES, iNewsMamuju.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang mencatat aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat ribuan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di sekitar wilayah sumber gempa.

Peta sebaran gempa susulan (aftershock) yang dirilis BMKG Stasiun Geofisika Kupang memperlihatkan gambaran aktivitas seismik pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang menggetarkan kawasan Flores pada 15 Agustus 2026. Hingga Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, wilayah Laut Flores dan daratan sekitarnya tampak dipenuhi oleh sebaran titik-titik merah yang menandai ribuan pusat gempa susulan.

Konsentrasi Titik Gempa dan Struktur Geologi

Sebaran titik gempa terkonsentrasi sangat padat di sebelah utara hingga tengah Pulau Flores, memanjang searah dengan jalur patahan aktif Flores Backarc Thrust. Titik episentrum gempa utama (M 7,7) ditandai dengan simbol bintang merah berukuran besar di bagian timur wilayah terdampak, lengkap dengan diagram mekanisme sumber bola pantai (beachball) yang menunjukkan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Sebagian besar gempa susulan yang terjadi tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, yang ditandai oleh warna merah pada lingkaran indikator kedalaman.

Rincian Statistik Gempa Susulan

Berdasarkan data akumulasi pemantauan BMKG, data kuantitatif aktivitas gempa susulan hingga 23 Agustus 2026 mencakup:

  • Total Kejadian: 5.966 kali gempa susulan terdeteksi.

  • Rentang Magnitudo: Magnitudo terbesar mencapai M 6,2, sedangkan yang terkecil berada di skala M 1,1.

  • Gempa Signifikan: Sebanyak 32 kejadian gempa memiliki kekuatan di atas M 5,0.

  • Gempa Dirasakan: Terdapat 132 getaran gempa yang dampaknya dirasakan nyata oleh masyarakat di sekitar lokasi.

Visualisasi ini disusun menggunakan kombinasi data topografi GMT Earth Relief, data patahan PUSGEN 2024, data BMKG Stasiun Geofisika Kupang, serta data kelurusan sesar dari Badan Geologi Kementerian ESDM. Peta ini memberikan gambaran komprehensif mengenai luasnya area pelepasan energi pascagempa utama di wilayah Flores.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network