get app
inews
Aa Text
Read Next : ESDM Sulbar Sebut Baru 200 Desa Usulkan Penerima Listrik Gratis, Ribuan Warga Berpotensi Tak Terdata

Listrik di Pulau Karampuang Hanya Menyala 4-5 Jam Sehari, ESDM Sulbar Dorong Jaringan PLN Masuk

Rabu, 29 Juli 2026 | 15:51 WIB
header img
Pulau Karampuang kini makin indah. Foto: Istimewa

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Keterbatasan pasokan listrik masih menjadi persoalan utama di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju. Warga di pulau tersebut hingga kini hanya menikmati aliran listrik sekitar 4-5 jam setiap hari karena kapasitas pembangkit yang belum mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Kondisi itu menjadi perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat saat mengikuti Konsultasi Publik I Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Pesisir Barat Pulau Karampuang yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mamuju secara daring, Rabu (29/7/2026).

Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Farid Asyhadi, mengatakan kebutuhan listrik di Pulau Karampuang terus meningkat, sementara kapasitas pembangkit belum bertambah.

Saat ini, kebutuhan listrik di Desa Karampuang dipenuhi melalui empat unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal berkapasitas total 0,5 megawatt yang dikelola PT Karampuang Multi Daya. Sistem tersebut melayani sekitar 850 kepala keluarga atau sekitar 4.000 penduduk yang tersebar di 11 dusun.

"Konsumsi listrik masyarakat terus meningkat setiap tahunnya, sementara kapasitas pelayanan masih tetap. Saat ini masyarakat mengeluhkan listrik yang hanya menyala 4-5 jam dalam sehari. Sedangkan kebutuhan masyarakat, perkembangan industri lokal dan untuk mendukung pembangunan wisata dan penginapan diperkirakan mencapai 800 kW hingga 1 MW," kata Farid.

Menurut dia, keterbatasan listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga menghambat pengembangan sektor pariwisata, usaha kecil, hingga fasilitas penginapan yang mulai tumbuh di Pulau Karampuang.

Berbeda dengan Karampuang, wilayah lain dalam kawasan perencanaan, yakni Desa Sumare, Desa Tapandullu, dan Kelurahan Rangas, telah terlayani jaringan PLN dengan kapasitas yang dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Dinas ESDM Sulbar mengusulkan agar rencana pembangunan jaringan listrik PLN menuju Pulau Karampuang dimasukkan ke dalam dokumen RDTR sehingga memiliki kepastian arah pengembangan ruang.

Usulan tersebut mengacu pada studi kelayakan yang disusun pada 2021 bersama Universitas Hasanuddin. Studi itu merekomendasikan pembangunan jaringan tegangan menengah 20 kV sepanjang sekitar 1.150 meter sebagai akses pasokan listrik dari daratan menuju pulau.

"Pembangunan jaringan listrik ini sangat krusial. Kami berharap dalam dokumen RDTR ini, rencana pembangunan jaringan listrik tersebut dapat diakomodasi dan dimasukkan sebagai bagian dari rencana struktur ruang dan pola ruang," ujar Farid.

Selain pembangunan jaringan PLN, Dinas ESDM Sulbar juga mengusulkan pengembangan sistem kelistrikan berupa penambahan kapasitas empat unit PLTS yang ada, pembangunan 14 gardu distribusi, jaringan saluran udara tegangan menengah sepanjang sekitar 14,34 kilometer, serta jaringan tegangan rendah sekitar 25,38 kilometer.

Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, mengatakan penyediaan listrik yang andal menjadi syarat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Pulau Karampuang.

Ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di pulau tersebut sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan. Menurutnya, kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat masih terbatas sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting agar persoalan listrik di Karampuang dapat diselesaikan secara berkelanjutan.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami meminta kepada pemerintah pusat untuk bersama-sama melakukan evaluasi penyaluran listrik di Pulau Karampuang. Perlu ada kajian komprehensif mengenai sistem kelistrikan di sini, mulai dari aspek teknis, kelembagaan, hingga pendanaan, agar solusi yang dihasilkan benar-benar berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," kata Bujaeramy.

Dengan masuknya rencana pembangunan jaringan listrik ke dalam RDTR, pemerintah berharap proyek kelistrikan di Pulau Karampuang memiliki dasar perencanaan yang kuat sehingga dapat segera direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata dan ekonomi pesisir.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut