SMAN 3 dan SMK 2 Majene Terapkan Aturan Batasi Penggunaan HP di Sekolah
MAJENE, iNewsMamuju.id - SMAN 3 Majene dan SMK Negeri 2 Majene mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah. Setiap pagi, siswa diwajibkan menyerahkan ponsel saat melakukan presensi sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya mengurangi distraksi selama proses pembelajaran sekaligus menekan dampak negatif penggunaan smartphone di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai penerapan kebijakan tersebut di dua sekolah tersebut.
"Jadi kami terima laporan dari SMAN 3 Majene dan SMK 2 Majene. Mereka kumpulkan HP siswa saat melakukan presensi kedatangan sekolah," kata Ridwan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Ridwan, pembatasan penggunaan telepon seluler di sekolah merupakan langkah yang tepat untuk menjaga konsentrasi siswa selama mengikuti pelajaran.
Ia menilai smartphone memang memiliki manfaat sebagai sarana pembelajaran digital dan akses informasi. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga berpotensi mengganggu fokus belajar, memicu kecanduan gawai, membuka akses terhadap konten negatif, hingga meningkatkan risiko terjadinya cyberbullying.
Karena itu, pengumpulan ponsel selama jam pelajaran dinilai menjadi jalan tengah agar siswa tetap dapat memanfaatkan perangkat tersebut di luar waktu belajar tanpa mengganggu aktivitas di kelas.
Kebijakan yang diterapkan kedua sekolah itu juga sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Barat mengenai pengaturan dan pembatasan penggunaan telepon seluler di lingkungan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta.
Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, interaktif, dan minim gangguan dari penggunaan perangkat digital.
Ridwan berharap kebijakan serupa dapat diterapkan oleh lebih banyak sekolah di Sulawesi Barat sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar yang lebih disiplin sekaligus mendorong siswa menggunakan teknologi secara bijak.
Editor : A. Rudi Fathir