Mengenal Sosok Syekh Abdul Mannan, Penyebar Islam Abad ke-17 Makamnya Rutin Diziarahi Warga Majene
MAJENE, iNewsMamuju.id - Tradisi ziarah ke makam penyebar agama Islam abad ke-17, Syekh Abdul Mannan, kembali digelar warga Majene, Sulawesi Barat, menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ritual tahunan di Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae idiikuti ni oleh warga setempat hingga aparat kepolisian.
Syekh Abdul Mannan merupakan ulama besar yang memiliki peran sentral dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Kerajaan Banggae. Dalam dakwahnya, ia mengedepankan pendekatan damai hingga meninggalkan warisan keagamaan dan budaya yang melekat kuat pada masyarakat Mandar.
Kini, kompleks makamnya tidak hanya menjadi situs cagar budaya, tetapi juga destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi warga untuk memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa para ulama terdahulu.
Kasat Samapta Polres Majene, Iptu Kardono, yang turut hadir dalam ziarah tersebut pada Senin (24/8/2026), menilai tradisi ini memiliki makna penting dalam menjaga sejarah lokal.
"Kegiatan ziarah ini merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dalam menyebarkan agama Islam secara damai," ujar Kardono.
Ia menambahkan, kehadiran pihak kepolisian dalam ritual adat dan keagamaan seperti ini dilakukan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendukung pelestarian nilai budaya setempat.
Nilai-nilai toleransi dan kedamaian yang diwariskan para tokoh agama terdahulu dinilai tetap relevan untuk menjaga kondusivitas dan kerukunan warga hingga saat ini.
Editor : A. Rudi Fathir