Paceklik Air Bersih di Tobinta Mamuju Tengah, Warga Beli Air Tangki Kini Dapat Pasokan Sumur Bor

Wahid
Bantuan sumur bor di Dusun Tobinta, Desa Kambunong, Kabupaten Mamuju Tengah, Jumat (4/9/2026). Foto: Wahid/iNewsMamuju.id

MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - Kemarau panjang yang melanda wilayah Dusun Tobinta, Desa Kambunong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, merenggut pasokan air bersih warga.

Kondisi surutnya sumber air memaksa sebagian masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air demi kebutuhan harian.

Krisis air bersih yang membelenggu warga di kawasan tersebut akhirnya mendapat penanganan pada Jumat (4/9/2026).

PT Kumala Naga Nusantara mengulurkan bantuan dana untuk pembangunan sumur bor yang ditargetkan mampu menyokong kebutuhan 30 Kepala Keluarga (KK).

Seorang warga setempat, Jihad, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan pembuatan sumur bor tersebut. Rencananya, titik pengeboran air bersih ini akan dialirkan langsung menggunakan instalasi pipa menuju rumah-rumah warga.

"Alhamdulillah, hari ini kami menerima dana untuk pembuatan sumur bor dari pihak perusahaan," ungkap Jihad saat ditemui di lokasi, Jumat (4/9/2026).

Tidak hanya persoalan air bersih, Jihad menuturkan bahwa pihak perusahaan juga memberikan kompensasi bulanan terkait dampak debu yang ditimbulkan oleh lalu lalang proyek di permukiman mereka.

"Selain bantuan sumur bor, kami juga mendapatkan uang kompensasi akibat debu dari aktivitas proyek yang diserahkan setiap bulan," tambahnya. Ia berharap pengerjaan sumur bor ini bisa cepat rampung agar warga tak lagi bergantung pada air beli selama musim kemarau.

Respons Perusahaan dan Aspirasi Warga

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Kumala Naga Nusantara, Pan Jin, menegaskan langkah pemberian sumur bor ini merupakan bentuk komitmen perusahaan merespons aspirasi warga yang kesulitan air.

"Selama ini warga sekitar bahkan harus membeli air bersih. Setelah adanya permintaan dari masyarakat, kami berinisiatif memberikan bantuan sumur bor. Kiranya ini bisa dipergunakan dan dirawat dengan baik," ujar Pan Jin.

Selain masalah kebutuhan air dasar dan kompensasi debu, warga turut menyuarakan kekhawatiran terkait potensi bencana tanah longsor saat musim hujan tiba akibat aktivitas pengambilan tanah gunung di sekitar lokasi proyek.

Pan Jin memastikan pihaknya akan menampung dan memperhatikan masukan teknis tersebut guna menjaga keselamatan lingkungan dan kenyamanan warga sekitar area operasional.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network