Ular Piton Resahkan Warga Mamuju, Damkar Sulbar Sisir Got Hingga Dini Hari
MAMUJU, iNewsMamuju.id – Teror ular piton yang diduga memangsa ternak warga membuat masyarakat di kawasan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, resah. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Sulbar bergerak cepat melakukan penyisiran intensif di permukiman warga, Rabu (8/4/2026).
Penyisiran dilakukan di Jalan H. Abd. Malik Pattana Endeng setelah laporan diterima dari warga bernama Andi Nurintan, yang mengaku kehilangan sejumlah ayam ternaknya akibat serangan ular yang diduga berjenis piton.
Petugas Damkar mulai melakukan pencarian sejak pukul 01.23 WITA. Setibanya di lokasi, tim langsung menyisir area sekitar rumah warga, termasuk saluran got di depan rumah yang dicurigai menjadi tempat persembunyian ular. Warga sebelumnya melihat ular tersebut masuk ke dalam saluran air.
Namun, hingga pagi hari, keberadaan ular belum juga ditemukan. Petugas tetap bersiaga untuk memastikan keamanan warga sekitar.
Pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 08.21 WITA dengan metode yang lebih intensif. Selain menyisir ulang lokasi, petugas juga membersihkan semak dan tumbuhan liar di sekitar got guna memperluas jangkauan pengamatan.
Warga menduga jumlah ular tidak hanya satu ekor. Bahkan, ular-ular tersebut diperkirakan bersembunyi di dalam saluran got sepanjang kurang lebih 20 meter yang berada di bawah badan jalan.
Kepala Bidang Damkar Sulbar, Andi Juandi, mengungkapkan pihaknya telah mengerahkan satu unit mobil operasional lengkap dengan peralatan pendukung untuk memaksimalkan pencarian.
“Kami melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi dari dua arah, hulu dan hilir, dengan harapan ular bisa terdorong keluar. Namun terkendala adanya sekat-sekat beton di dalam saluran, sehingga air tidak menjangkau seluruh bagian,” jelasnya.
Meski belum membuahkan hasil, petugas memastikan situasi tetap dalam pengawasan ketat. Apalagi, laporan kerugian warga akibat hilangnya ternak semakin memperkuat dugaan keberadaan ular piton di lokasi tersebut.
Sebagai informasi, ular piton merupakan jenis ular pembelit tidak berbisa dari famili Pythonidae yang banyak ditemukan di wilayah Asia dan Australia. Ular ini dikenal sebagai pemburu pasif yang mengandalkan kamuflase, kemudian melumpuhkan mangsa dengan lilitan kuat hingga kehabisan napas.
Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Sulbar, Aksan Amrullah, memberikan apresiasi kepada jajarannya atas respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Respons cepat adalah prioritas kami. Meski laporan masuk dini hari, personel tetap sigap turun ke lapangan. Ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar pelayanan kepada masyarakat selalu diutamakan,” tegasnya.
Setelah rangkaian penyisiran dilakukan, personel Damkar kembali ke posko. Namun masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika kembali melihat keberadaan ular di sekitar permukiman.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir potensi tempat persembunyian hewan liar yang dapat membahayakan keselamatan.
Editor : A. Rudi Fathir