Dari Target 28 Kasus TBC, Pemprov Sulbar Baru Temukan 13 Kasus dalam Sebulan
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat upaya percepatan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui program GARATTA TBC yang menyasar desa-desa lokus.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi peningkatan capaian skrining TBC yang digelar secara daring, Jumat (10/7/2026), dengan melibatkan kepolisian, puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, Karang Taruna, serta sejumlah mitra lintas sektor.
Fokus pertemuan tidak hanya mengevaluasi pelaksanaan program, tetapi juga mencari strategi agar lebih banyak warga yang berisiko dapat menjalani skrining sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan eliminasi TBC tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut dia, keterlibatan pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat hingga organisasi kepemudaan menjadi kunci mempercepat penemuan kasus.
"Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian dan kerja bersama. Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keterlibatan aktif pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menemukan kasus sedini mungkin," ujar Nursyamsi.
Melalui GARATTA TBC, pemerintah provinsi menerapkan pendekatan berbasis desa dengan memperluas skrining kepada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar TBC. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat diagnosis, mempercepat pengobatan, sekaligus memutus rantai penularan.
Hasil sementara selama sekitar satu bulan pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan penemuan kasus di sejumlah desa lokus.
Di Desa Palipi Soreang, capaian penemuan kasus telah mencapai 63 persen atau lima kasus dari target delapan kasus. Sementara itu, Desa Bonde Utara mencatat capaian 55 persen atau enam kasus dari target 11 kasus. Adapun Desa Bonde baru mencapai 22 persen dengan dua kasus dari target sembilan kasus.
Meski demikian, capaian tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar target penemuan kasus di seluruh desa lokus dapat terpenuhi.
Nursyamsi mengatakan, semakin cepat penderita TBC ditemukan, semakin cepat pula mereka mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan kepada masyarakat dapat ditekan.
"Kami berharap pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama, langkah-langkah nyata, serta penguatan koordinasi lintas sektor agar target skrining di desa lokus dapat tercapai. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan diberikan, sehingga penularan TBC dapat dihentikan," katanya.
DKPPKB Sulbar berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar program GARATTA TBC mampu mempercepat eliminasi tuberkulosis di Sulawesi Barat. Program tersebut juga diharapkan menjadi model penemuan kasus secara aktif berbasis desa yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Editor : A. Rudi Fathir