Aktivis Botteng Demo di Kantor Gubernur Sulbar, Tuntut Pembebasan Lahan Kebun dan Tolak Tambang LTJ
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Aliansi pemuda dan aktivis Botteng menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (13/7/2026).
Massa menuntut kejelasan terkait status lahan perkebunan mereka serta persoalan sektor pertambangan dan kehutanan.
Aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian dari Polresta Mamuju ini, massa sempat membakar ban bekas di depan gerbang sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap pemerintah daerah.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ramli, menyatakan kedatangan mereka membawa dua tuntutan utama yang dinilai krusial bagi hajat hidup masyarakat adat dan pemuda setempat.
"Pertama, kami meminta agar kebun-kebun milik kami yang bukan merupakan hutan lindung harus segera dibebaskan (dari klaim status tersebut). Yang kedua, kami menolak segala bentuk apa pun terkait dengan lokalisasi tanah jarang," ujar Ramli saat memberikan keterangan di lokasi aksi.
Ramli menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulbar yang dinilai lamban dan belum memberikan respons konkret terkait konflik di sektor pertambakan dan kehutanan ini.
Ia menegaskan, kehadiran para pemuda dan aktivis hari ini merupakan perwakilan dari mandat dan kepercayaan masyarakat yang menginginkan penyelesaian secara rasional dan intelektual.
Namun, jika jalan dialog ini buntu, massa siap menurunkan eskalasi gerakan yang lebih masif.
"Hari ini kami mencari keputusan, dipercayakan sebagai kaum intelektual untuk mewakili dan menyampaikan sebuah rasio. Tetapi ketika upaya ini dianggap gagal dan tidak ada respons, maka masyarakat siap untuk turun langsung," tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan atas tuntutan tersebut, pihak panitia aksi memastikan akan kembali menggelar unjuk rasa dengan gelombang massa yang jauh lebih besar jika pemprov tidak segera memberikan sikap nyata.
"Kami pastikan bahwa pada hari Senin depan, kami akan kembali melakukan aksi lanjutan yang kedua," pungkas Ramli.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di sekitar lokasi dan mencoba membangun komunikasi dengan pihak berwenang di dalam kompleks Kantor Gubernur Sulbar.
Editor : A. Rudi Fathir