Pemprov Sulbar Sebut Wabah Demam Babi Afrika Diduga Masuk dari Toraja, Lalu Menyebar ke Polman
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Sulawesi Barat menduga penyebaran African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Sulawesi Barat bermula dari masuknya ternak babi dari Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, mengatakan dugaan tersebut diperoleh dari hasil investigasi tim bersama dokter hewan di lapangan.
Menurut dia, kasus pertama di Kabupaten Mamasa mulai terdeteksi pada Mei 2026.
"Hasil investigasi kami di lapangan, awal masuknya diduga ada babi dari Tana Toraja. Saat itu di Toraja juga sedang banyak terjadi kematian babi akibat ASF," ujar Nur Kadar, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, setelah muncul di Mamasa, penyebaran penyakit diduga berlanjut ke Kabupaten Polewali Mandar melalui perpindahan ternak babi dari Kecamatan Messawa.
Perpindahan ternak tersebut diduga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat untuk kegiatan adat sehingga babi dibawa dari daerah yang telah terpapar ke wilayah lain.
"Menurut hasil investigasi kami bersama teman-teman di Polman, babi dari Mamasa yang masuk ke Polewali Mandar diduga menjadi media perantara penyebaran virus," katanya.
Nur Kadar menjelaskan ASF hanya menyerang babi, baik babi ternak maupun babi hutan, dan tidak menular kepada manusia maupun jenis ternak lainnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak mengonsumsi babi yang diduga terjangkit sebagai bentuk kewaspadaan.
"Secara ilmiah penyakit ini tidak menular ke manusia, tetapi kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ternak yang dicurigai terjangkit," ujarnya.
Ia juga meminta peternak segera melapor kepada petugas kesehatan hewan apabila menemukan babi yang menunjukkan gejala sakit atau kematian mendadak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penyebaran virus tidak meluas.
Editor: A. Rudi Fathir