get app
inews
Aa Text
Read Next : Lima Kabupaten di Sulbar Tuntaskan RKPD 2027, Satu Daerah Masih Finalisasi

Wabah ASF Serang Ternak Babi di Sulbar, 92 Ekor Mati dan 83 Masih Terjangkit

Senin, 13 Juli 2026 | 11:08 WIB
header img
Ilustrasi babi mati mendadadak akibat virus demam babi. (Foto: Antara)

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Wabah African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika masih menyerang ternak babi di Sulawesi Barat. Hingga 30 Juni 2026, tercatat 92 ekor babi mati di Kabupaten Polewali Mandar, sementara 83 ekor lainnya masih dalam penanganan akibat terjangkit virus tersebut.

Selain Polewali Mandar, kasus ASF juga ditemukan di Kabupaten Mamasa.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Sulawesi Barat, Nur Kadar, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan penyakit tersebut bersama dokter hewan dan pemerintah kabupaten.

"Kalau di Polman memang ada kejadian dan dari data yang disampaikan ke kami cukup banyak. Per 30 Juni 2026 tercatat 92 ekor mati dan 83 ekor masih dalam penanganan," kata Nur Kadar.

Menurut dia, hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan bersama Balai Besar Veteriner Maros memastikan sampel dari Polewali Mandar positif ASF.

Sementara di Kabupaten Mamasa, penanganan telah dilakukan sejak Juni 2026 melalui pemeriksaan lapangan, penyemprotan disinfektan, pemberian obat-obatan, hingga penyediaan sarana pendukung.

Nur Kadar mengatakan kondisi di Mamasa kini relatif lebih terkendali dibandingkan saat awal kasus ditemukan pada Mei lalu.

Meski demikian, DTPHP Sulbar menilai situasi masih harus diwaspadai karena ASF memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi antarbabi.

Untuk menekan penyebaran, petugas mengisolasi lokasi yang telah terkonfirmasi terjangkit, melakukan penyemprotan disinfektan, serta memberikan vitamin dan pengobatan pendukung bagi ternak yang masih bertahan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga telah mengajukan permintaan tambahan obat-obatan dan sarana penanganan kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut