get app
inews
Aa Text
Read Next : Tambang Emas Ilegal di Kalumpang Mamuju Dibongkar, Polisi Sita Alat Berat dan Puluhan Mesin Pompa

Arogansi Kurir Ekspedisi di Mamuju: Rusak Pintu Rumah Konsumen dan Meludah di Teras

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:38 WIB
header img
Kurir diduga melakukan pengrusakan pintu rumah warga dan melakukan tindakan intimidasi verbal akibat perselisihan metode pembayaran COD di Mamuju, Rabu (15/7/2026). Foto: Istimewa

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Rukhma (45), warga yang tinggal di Timbu, Kabupaten Mamuju melaporkan tindakan arogan salah satu kurir jasa ekspedisi swasta ke Polresta Mamuju, Rabu (15/7/2026). 

Laporan ini dilayangkan setelah sang kurir diduga melakukan pengrusakan terhadap pintu rumahnya dan melakukan tindakan intimidasi verbal akibat perselisihan metode pembayaran Cash on Delivery (COD).

Peristiwa yang terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WITA tersebut bermula saat Rukhma yang baru saja pulang dari tempatnya mengajar di sekolah tengah beristirahat di rumah.

Menurut penuturan Rukhma, kejadian bermula ketika seorang kurir datang mengantarkan paket pesanan online miliknya yang senilai Rp 176.000. 

Karena posisi korban masih berada di dalam kamar dan belum mengenakan hijab, ia meminta anak bungsunya yang berusia 9 tahun untuk melihat kurir tersebut ke depan rumah.

Untuk mempermudah transaksi, Rukhma berinisiatif membayar paket COD tersebut melalui transfer instan via aplikasi dompet digital Dana ke nomor yang sebelumnya sempat dikirimkan kurir melalui pesan singkat.

Namun, perselisihan mulai memanas ketika kurir tersebut bersikeras menolak pembayaran non-tunai. 

Kurir berdalih layanan pembayaran digital (mobile) miliknya sedang tidak aktif, sehingga ia menuntut pembayaran secara tunai penuh secara langsung.

"Dia mengotot tidak mau (transfer). Harus dibayar tunai. Padahal saya sudah telanjur transfer uangnya," ujar Rukhma saat memberikan keterangan.

Meskipun Rukhma berulang kali mencoba menjelaskan dan menawarkan solusi agar pembayaran non-tunai tersebut dikonfirmasi kembali, kurir yang diketahui berinisial IR tersebut tetap menolak menyerahkan paket.

Berdasarkan pengakuan korban, sang kurir sempat menerobos masuk ke area teras rumahnya tanpa melepas sepatu, berteriak, mengintimidasi korban secara verbal dengan menunjuk-nunjuk wajahnya, meludah di teras, hingga mengeluarkan kata-kata kasar sebelum akhirnya pergi.

Akibat tindakan temperamental dari oknum kurir tersebut, pintu masuk utama kediaman korban mengalami kerusakan sehingga tidak dapat ditutup maupun dikunci kembali dengan aman.

Hantaman keras atau tendangan pada daun pintu menyebabkan mekanisme selongsong kunci berbahan kuningan yang tertanam di dalam kayu mengalami pergeseran. 

Pelat besi pengunci tampak melengkung dan keluar dari porosnya, membuat tuas gerendel (latch bolt) tidak dapat masuk ke dalam lubang kusen pintu secara presisi.

Akibat rusaknya struktur mekanisme kunci tengah, daun pintu kayu ganda tersebut kini kehilangan daya cengkeramnya. Ketika dicoba ditutup, pintu kembali memantul terbuka dan tidak bisa terkunci sama sekali.

Bagian anak kunci berbahan logam kuningan yang terpasang pada silinder kunci tampak patah menjadi dua bagian, menyisakan patahan logam di dalam lubang silinder sehingga menyulitkan proses perbaikan manual.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut