Siswa SMAN 1 Bulu Taba Belajar di Lantai, Pemprov Sulbar Siapkan Meja dan Kursi untuk 2 Rombel
PASANGKAYU, iNewsMamuju -Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai merespons kondisi siswa SMAN 1 Bulu Taba, Kabupaten Pasangkayu, yang sebelumnya diketahui belajar dengan duduk melantai karena keterbatasan meja dan kursi.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar memanggil Kepala SMAN 1 Bulu Taba, Sumardi, untuk membahas kondisi sarana pembelajaran yang sebelumnya menjadi sorotan di media sosial.
Sumardi mengakui sekolah masih kekurangan meja dan kursi. Menurut dia, persoalan tersebut telah diantisipasi pihak sekolah selama dua hingga tiga tahun terakhir.
"Memang kenyataan di sekolah itu ada kekurangan kursi. Sudah dua sampai tiga tahun terakhir ini kita antisipasi," ujar Sumardi, Rabu (12/8/2026).
Kebutuhan tambahan mebel, kata Sumardi, telah dimasukkan dalam perencanaan sekolah. Untuk tahun anggaran 2026, sekolah juga telah memperoleh alokasi pengadaan, tetapi realisasinya masih menunggu proses.
Ia memastikan pihak sekolah terus berupaya agar siswa tidak lagi belajar dengan duduk di lantai hingga akhir tahun.
"Intinya sekolah tetap usahakan tahun ini, sudah tidak ada yang melantai," tegasnya.
Kepala Bidang SMA Disdikbud Sulbar, Imran, mengatakan pemenuhan meja dan kursi di SMAN 1 Bulu Taba akan dilakukan secara bertahap.
Menurut Imran, keterbatasan anggaran membuat pengadaan tahun ini belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan sekolah. Karena itu, Pemprov Sulbar akan memprioritaskan pengadaan meja dan kursi untuk dua rombongan belajar (rombel).
"Insyaallah tahun ini kita akan berikan kursi dan meja. Tapi bukan juga semuanya. Paling mungkin dua rombel karena keterbatasan anggaran. Insyaallah kita akan upayakan berikutnya untuk memenuhi," jelas Imran.
Selain dari anggaran pemerintah, kebutuhan mebel sekolah juga berpeluang mendapat bantuan dari pihak lain.
Imran mengatakan ada pihak yang telah menyatakan kesediaan memberikan bantuan 150 set meja dan kursi untuk sekolah tersebut.
"Sudah ada juga sekolah yang dapat. Ada WhatsApp, insyaallah dia menyumbang 150 kursi dan meja. Orangnya belum mau disebut siapa, tapi sudah dipesan. Itu sumbangan," ungkapnya.
Jika bantuan tersebut terealisasi dan ditambah pengadaan untuk dua rombel dari Pemprov Sulbar, pemenuhan kebutuhan meja dan kursi di SMAN 1 Bulu Taba akan dilakukan secara bertahap.
"Lima kelas memang sudah, kalau ada tambahan dua berarti sudah bisa tujuh rombel," pungkas Imran.
Sementara itu, pihak SMAN 1 Bulu Taba juga telah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memenuhi sebagian kebutuhan mebel.
Dari dana tersebut, sekolah telah memiliki 40 kursi plastik, 20 kursi lipat, serta 10 kursi untuk guru.
Kondisi kekurangan meja dan kursi di SMAN 1 Bulu Taba sebelumnya menjadi perhatian setelah sejumlah siswa terlihat belajar dengan duduk di lantai.
Dengan pengadaan dari Pemprov Sulbar, bantuan 150 set meja dan kursi, serta pemanfaatan dana BOS, kebutuhan sarana belajar di sekolah tersebut diharapkan dapat dipenuhi secara bertahap.
Editor : A. Rudi Fathir