get app
inews
Aa Text
Read Next : Mandi Bersama Teman, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Budong-Budong Mamuju Tengah

Dugaan Limbah Sawit Bikin Sungai Budong-Budong Menghitam, DLHK Ambil Sampel untuk Uji Labolatorium

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:36 WIB
header img
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Mamuju Tengah bersama sejumlah pihak mengambil sampel air Sungai Budong-Budong, Rabu (12/8/2026). Foto: Wahid/iNewsMamuju.id

MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - Air Sungai Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kembali berubah warna menjadi hitam. Perubahan warna itu disebut warga sudah terjadi dua kali dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut membuat warga khawatir, terutama karena saat ini wilayah Mamuju Tengah tengah menghadapi musim kemarau. Sebagian masyarakat masih memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk memastikan penyebab perubahan warna air, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Mamuju Tengah bersama sejumlah pihak mengambil sampel air Sungai Budong-Budong, Rabu (12/8/2026).

Kepala DLHK Kabupaten Mamuju Tengah, Hasmuni, mengatakan sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan air sekaligus mencari penyebab perubahan warnanya.

“Hari ini kami turun ke lapangan untuk mengambil sampel. Kita tunggu saja hasilnya,” kata Hasmuni.

Pengambilan sampel melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat, DLH Kabupaten Mamuju Tengah, serta personel Polres Mamuju Tengah.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan kondisi air Sungai Budong-Budong, termasuk apakah terdapat kandungan pencemar di dalamnya.

“Hasilnya akan kami sampaikan kepada publik dalam waktu dekat,” ujarnya.

Warga duga terkait aktivitas pabrik sawit

Perubahan warna air sungai sebelumnya juga membuat warga menduga adanya kaitan dengan aktivitas perusahaan pabrik kelapa sawit yang berada di sekitar aliran Sungai Budong-Budong.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab perubahan warna air secara ilmiah.

Salah seorang warga, Masbur, yang berada di lokasi saat air berubah warna, mempertanyakan pengelolaan lingkungan perusahaan, termasuk pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengawasan terhadap potensi limbah.

Air sungai menghitam. Kami menduga ini akibat limbah dari pabrik sawit yang mengalir langsung ke Sungai Budong-Budong. Analisis dampak lingkungannya juga sangat tidak jelas,” ujar Masbur.

Masbur mengatakan keberadaan perusahaan seharusnya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak aktivitasnya terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Perusahaan ini tidak layak berada di Mamuju Tengah. Mereka hanya datang merusak dan mengambil keuntungan daerah,” katanya.

Ia meminta pemerintah daerah, DPRD, dan instansi lingkungan hidup melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap aktivitas perusahaan.

“Seharusnya pihak terkait, legislatif dan instansi lingkungan hidup, lebih tegas dalam mengawasi aktivitas perusahaan,” ujarnya.

Hasil uji laboratorium ditunggu

Kekhawatiran warga semakin besar karena perubahan warna air terjadi ketika debit sungai menurun akibat musim kemarau.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pencemaran, warga meminta pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sebaliknya, hasil pengujian juga diharapkan dapat menjelaskan penyebab perubahan warna air apabila tidak ditemukan kandungan pencemar.

Untuk saat ini, pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

Sungai Budong-Budong memiliki peran penting bagi masyarakat di sekitar alirannya, terutama ketika sumber air semakin terbatas selama musim kemarau. Karena itu, warga berharap kondisi sungai segera kembali normal dan aman digunakan.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut