Sungai Budong-Budong Menghitam, PT Trinity Palmas Bantah Limbah Perusahaan Jadi Penyebab
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - PT Trinity Palmas Plantation membantah dugaan pelanggaran prosedur pengelolaan limbah yang dikaitkan dengan perubahan warna air Sungai Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Air sungai kembali dilaporkan berubah menjadi hitam dan membuat warga di sekitar aliran sungai resah. Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan aktivitas perusahaan kelapa sawit di wilayah tersebut.
Mill Manager PT Trinity Palmas Plantation, Hartato, mengatakan perusahaan selama ini mengelola limbah dengan mengacu pada standar yang berlaku.
Ia juga mengatakan perawatan terhadap kolam limbah dilakukan secara rutin, termasuk pemeriksaan laboratorium secara internal setiap bulan.
“Kami melakukan pengelolaan limbah sejauh ini sudah sesuai standar. Kami terus melakukan perawatan kolam limbah, dan setiap bulan secara internal perusahaan melakukan uji lab,” kata Hartato saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Menurut Hartato, perusahaan masih menunggu hasil investigasi dan pengujian sampel yang dilakukan instansi terkait untuk mengetahui penyebab perubahan warna air Sungai Budong-Budong.
Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa perubahan warna air sungai disebabkan limbah perusahaan.
“Untuk masyarakat di sekitar Sungai Budong-Budong, kami menyampaikan bahwa itu bukan limbah kami, sebab aliran sungai tersebut dinikmati oleh semua elemen masyarakat Topoyo,” ujarnya.
Sebelumnya, perubahan warna Sungai Budong-Budong menjadi hitam membuat warga Mamuju Tengah resah.
Dugaan pencemaran kemudian muncul karena di sekitar wilayah aliran sungai terdapat aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Untuk memastikan penyebabnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat bersama DLHK Kabupaten Mamuju Tengah dan Polres Mamuju Tengah turun ke lokasi.
Tim melakukan investigasi sekaligus mengambil sampel air untuk diperiksa di laboratorium.
Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kandungan material dalam air sekaligus menelusuri sumber yang menyebabkan perubahan warna sungai.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan penyebab perubahan warna Sungai Budong-Budong.
Dengan demikian, dugaan keterkaitan perubahan warna air sungai dengan aktivitas perusahaan belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan instansi terkait keluar.
Editor : A. Rudi Fathir