BPBD Catat 24 Kebakaran di Majene dalam 13 Hari Sepanjang Agustus, Warga Diminta Waspada

Suandi
???????Kebakaran melanda lahan perkebunan warga di Dusun Lembang Baturoro, Desa Tubo Selatan, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Selasa (11/8/2026). (Foto: Istimewa).

MAJENE, iNewsMamuju.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mencatat sekitar 24 kejadian kebakaran sejak awal Agustus 2026.

Kebakaran tersebut meliputi rumah warga hingga hutan dan lahan. Jumlah kejadian meningkat di tengah kemarau yang membuat kondisi wilayah Majene semakin kering.

Kepala Pelaksana BPBD Majene Suardi mengatakan, kebakaran terjadi di sejumlah kecamatan dan penyebarannya cukup luas.

“Dari awal Agustus sampai sekarang itu kejadian kebakaran, baik itu rumah dan hutan dan lahan, itu sudah sekitar 24 kejadian,” kata Suardi, Kamis (13/8/2026).

Menurut Suardi, kebakaran dilaporkan terjadi antara lain di Kecamatan Malunda, Ulumanda, Tammerodo, Sendana, Pamboang, dan Banggae.

Kondisi tersebut membuat BPBD bersama pemadam kebakaran dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau.

Suardi mengatakan, BPBD Majene telah menyiagakan personel selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat, termasuk warga yang mengalami dampak kekeringan.

“Kami memang sudah standby 24 jam di kantor, kami memang sudah siapkan posko layanan,” kata Suardi.

Debit Air Menurun

Ancaman selama musim kemarau di Majene tidak hanya berupa kebakaran. BPBD juga mencermati penurunan debit air yang terjadi di sejumlah wilayah.

BPBD bersama sejumlah instansi mulai memetakan sumber air yang masih tersedia sekaligus menyiapkan armada untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Dalam penanganannya, BPBD berkoordinasi dengan PDAM, BMKG, TNI, Polri, Damkar, serta organisasi perangkat daerah terkait.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau, terutama kebutuhan air bersih dan potensi kebakaran yang dapat meningkat ketika kondisi lahan semakin kering.

BPBD Majene mengimbau warga yang membutuhkan pasokan air bersih untuk segera melaporkan kondisi dan lokasi mereka kepada petugas.

Untuk wilayah yang sulit dijangkau kendaraan distribusi, penyaluran air akan dikoordinasikan melalui pemerintah desa atau aparat setempat.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network