MAMUJU, iNewsMamuju.id - Kasus narkoba di Sulawesi Barat mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Polda Sulbar mencatat 278 kasus narkoba sepanjang 2025, naik dibandingkan 263 kasus pada 2024.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu perhatian Polda Sulbar dalam pelaksanaan Latihan Pra Operasi (Latpra) Antik Marano 2026 yang dibuka Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta di Aula Marannu Mapolda Sulbar, Kamis (13/8/2026).
Kapolda mengatakan jumlah perkara narkoba meningkat sekitar 5,7 persen dari 2024 ke 2025.
Di sisi lain, jumlah perkara yang berhasil diselesaikan juga mengalami peningkatan. Dari 123 kasus pada 2024 menjadi 126 kasus pada 2025 atau naik sekitar 2,43 persen.
Menurut Adi, data tersebut menunjukkan bahwa persoalan narkoba di Sulbar masih membutuhkan penanganan serius dan terukur.
Sebab, Sulbar dinilai bukan hanya menjadi wilayah konsumsi narkotika. Polisi juga menemukan indikasi wilayah tersebut digunakan sebagai lokasi produksi dan penyimpanan barang terlarang.
Peredaran narkoba ke Sulbar disebut berlangsung melalui sejumlah jalur, baik darat maupun laut. Jalur tersebut antara lain berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah hingga Kalimantan.
Bahkan, sejumlah pulau kecil disebut berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi penurunan barang sebelum diedarkan.
Melalui Operasi Antik Marano 2026, Polda Sulbar akan menyatukan strategi personel untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
Kapolda meminta seluruh personel yang terlibat tidak hanya berorientasi pada pengungkapan kasus, tetapi juga memperhatikan aspek hukum dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
Latpra Operasi Antik Marano diikuti pejabat utama Polda Sulbar, Kabag Ops, Kasat Narkoba jajaran serta personel yang akan dilibatkan dalam operasi.
Seluruh personel kemudian mendapatkan pemaparan teknis mengenai tugas, kewenangan dan pola kerja selama operasi berlangsung.
Editor : A. Rudi Fathir
Artikel Terkait
