MAMUJU, iNewsMamuju.id - Perekonomian Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatatkan kinerja positif pada Triwulan III-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sulbar tumbuh sebesar 5,31 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui perkiraan awal Pemerintah Provinsi.
Capaian pertumbuhan tersebut ditopang oleh lonjakan kinerja sektor industri pengolahan yang tumbuh drastis hingga 15,38 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar Junda Maulana mengungkapkan bahwa target pertumbuhan 5,31 persen semula diproyeksikan baru akan tercapai pada Triwulan IV-2026 saat serapan belanja pemerintah mencapai puncaknya.
Namun, menguatnya konsumsi rumah tangga dan menggeliatnya sektor riil di luar APBD berhasil mendorong perputaran ekonomi lebih cepat dari perkiraan.
"Awalnya kami memprediksi angka 5,31 persen ini baru menyentuh di triwulan keempat karena belanja pemerintah belum terealisasi penuh. Kenyataan di triwulan ketiga sudah mampu tembus 5,31 persen. Ini membuktikan sektor pertanian, industri kecil, olahan, dan UMKM mulai bergerak mandiri," tegas Sekda Sulbar Junda Maulana, Jumat (6/11/2026).
Kepala BPS Sulawesi Barat Suri Handayani memaparkan, selain industri pengolahan yang melejit 15,38 persen, sektor pertanian turut menyumbang pertumbuhan sebesar 8,26 persen, disusul lapangan usaha konstruksi 8,13 persen dan perdagangan 4,16 persen.
Secara akumulatif dari Triwulan I hingga Triwulan III-2026, perekonomian Sulbar tumbuh sebesar 5,29 persen.
BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulbar atas dasar harga berlaku pada Triwulan III-2026 telah menembus angka Rp19,54 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan berada di angka Rp10,38 triliun.
Pemerintah Provinsi Sulbar memastikan akan memperkuat konektivitas moda transportasi dan jalur distribusi logistik guna menjaga momentum tren pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2026.
Editor : Suandi
Artikel Terkait
