get app
inews
Aa Text
Read Next : Nelayan Mamuju Jadi Konten Kreator, Uppie Usrua Rekam Aktivitas Melaut hingga Masak di Perahu

Pria di Mamuju Nekat Tikam Warga hingga Tewas, Anggota TNI Turut Jadi Korban

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:14 WIB
header img
Kasus penganiayaan berat hingga mengakibatkan korban jiwa terjadi di area parkir King Karaoke, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Sabtu (4/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.44 Wita. (Foto: istimewa).

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Kasus penganiayaan berat hingga mengakibatkan korban jiwa terjadi di area parkir King Karaoke, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Sabtu (4/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.44 Wita.

Peristiwa berdarah tersebut mengakibatkan seorang warga sipil berinisial T (53) meninggal dunia. Selain itu, seorang anggota TNI Angkatan Darat dari Kodim 1418/Mamuju juga menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka tusuk.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban T mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju karena luka tusuk yang parah di bagian perut.

"Sementara korban dari anggota TNI mengalami dua luka tusuk di bagian punggung. Saat ini yang bersangkutan dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan intensif di RS Mitra Manakarra," kata Herman saat dikonfirmasi, Sabtu.

Pelaku Ditangkap dalam 3 Jam

Merespons insiden tersebut, Tim Satreskrim Polresta Mamuju langsung bergerak melakukan pengejaran. Kurang dari tiga jam setelah kejadian, polisi berhasil membekuk terduga pelaku utama berinisial MAF (20).

Herman menjelaskan, MAF ditangkap tanpa perlawanan beserta sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk menganiaya kedua korban.

"Terduga pelaku (MAF) sudah diamankan di Mapolresta Mamuju untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Penangkapan dilakukan sekitar tiga jam setelah peristiwa," jelasnya.

Anggota TNI Diduga Jadi Korban Saat Melerai

Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga MAF merupakan pelaku tunggal dalam aksi penganiayaan ini. Herman juga meluruskan bahwa keterlibatan anggota TNI dalam insiden tersebut murni karena berusaha melerai pertikaian, bukan karena terlibat konflik pribadi.

"Untuk sementara, terduga pelaku satu orang. Berdasarkan pantauan kami, korban dari pihak TNI kemungkinan besar posisinya saat itu sedang melerai keributan, sehingga ikut menjadi korban penikaman," tutur Herman.

Polisi Masih Gali Motif

Hingga saat ini, pihak penyidik Satreskrim Polresta Mamuju masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif di balik penikaman tersebut. Polisi juga belum merilis laporan resmi karena masih mengumpulkan keterangan dari para saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

Penyelidikan sedikit terhambat lantaran satu saksi kunci, yakni anggota TNI yang menjadi korban, belum bisa dimintai keterangan secara mendalam akibat kondisi kesehatannya.

"Laporan resmi dari Resmob belum diterbitkan karena pemeriksaan belum selesai secara keseluruhan. Kami masih melengkapi alat bukti dan memeriksa saksi-saksi lain yang ada di lokasi guna mengungkap motif peristiwa ini secara utuh," pungkas Herman.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut