Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : APBD Perubahan Sulbar 2026 Disepakati, Belanja Naik
Advertisement . Scroll to see content

Pejuang Pembentukan Sulbar Naharuddin Meninggal Dunia, Pemprov Sampaikan Belasungkawa

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:55 WIB
  • author Suandi
Pejuang Pembentukan Sulbar Naharuddin Meninggal Dunia, Pemprov Sampaikan Belasungkawa
Sekprov Sulbar, Junda Maulana saat menjenguk pejuang Sulbar yang menjalani perawatan di Makassar, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

MAMUJU, iNewsMamuju.id Sulawesi Barat kehilangan salah satu tokoh yang turut memperjuangkan pembentukan provinsi tersebut. Drs. Naharuddin meninggal dunia di Rumah Sakit Tajuddin Halim, Makassar, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Naharuddin dikenal sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. Ia juga pernah berkiprah sebagai anggota legislatif setelah Sulbar terbentuk.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengatakan Naharuddin sebelumnya menjalani perawatan di Makassar setelah mengalami kondisi kesehatan yang membuatnya tidak sadarkan diri.

Junda mengaku sempat menjenguk Naharuddin saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

"Beliau mendapatkan perawatan karena tidak sadarkan diri. Dari Mamuju kemudian dibawa ke Makassar, di rumah sakit Tajudin Halim. Saya sempat juga membesuk beliau di Makassar," kata Junda, Selasa (11/8/2026).

Menurut Junda, saat dirinya menjenguk, Naharuddin belum sadarkan diri sepenuhnya. Namun, masih terdapat respons ketika diajak berkomunikasi.

"Saat itu memang beliau belum sadar, tapi ada respon lah ya. Karena kalau saya atau kita ini yang datang bicara, dia mengangkatkan jempolnya, dia merespon. Tapi memang belum sadar, belum terbuka mata dan lain sebagainya," ujarnya.

Junda mengatakan kabar meninggalnya Naharuddin menjadi duka bagi masyarakat Sulawesi Barat. Ia menyebut Naharuddin sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan pembentukan provinsi ke-33 tersebut.

"Duka yang mendalam karena salah satu tokoh pejuang Sulbar ini telah mendahului kita. Beliau tokoh pemuda yang tentu memperjuangkan terbentuknya Sulawesi Barat," kata Junda.

Setelah Sulawesi Barat terbentuk, kata Junda, Naharuddin tetap mengambil bagian dalam pembangunan daerah, baik ketika menjalankan tugas sebagai anggota legislatif maupun saat kembali berkiprah sebagai masyarakat.


Sosok pejuang Sulbar, Naharuddin. Foto: Istimewa

Salah satu kontribusi terakhir Naharuddin, lanjut Junda, adalah upayanya mendokumentasikan perjalanan sejarah pembentukan Sulawesi Barat melalui sebuah buku.

"Yang terakhir kontribusi beliau yang sementara beliau kerjakan ini adalah membuat sebuah buku tentang perjalanan sejarah pembentukan Sulawesi Barat," tuturnya.

Namun, proses penulisan buku tersebut belum selesai. Junda mengatakan Naharuddin terserang stroke ketika tengah mengerjakan buku tentang sejarah perjuangan pembentukan Sulbar itu.

Kepergian Naharuddin dinilai menjadi kehilangan bagi Sulawesi Barat, terutama bagi generasi yang selama ini menikmati hasil perjuangan para tokoh pembentukan provinsi tersebut.

Junda mengatakan nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan Naharuddin akan terus dikenang dan menjadi bagian dari semangat pengabdian untuk Sulawesi Barat.

"Kami selaku Abwarat akan selalu mengenang nilai-nilai perjuangan dari para pejuang itu untuk bagaimana mencintai daerah ini dalam bekerja atau mengabdi kepada Sulawesi Barat," kata Junda.

Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Barat pun menyampaikan duka cita atas wafatnya Naharuddin. Junda berharap amal ibadah almarhum diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut