Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sentil Penggunaan HP pada Anak, Sekda Sulbar Dorong Penguatan Benteng Pesantren
Advertisement . Scroll to see content

Sekprov Junda Kenang Naharuddin, Sebut Almarhum Tengah Garap Buku Sejarah Pembentukan Sulbar

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:07 WIB
  • author Suandi
Sekprov Junda Kenang Naharuddin, Sebut Almarhum Tengah Garap Buku Sejarah Pembentukan Sulbar
Sosok pejuang Sulbar, Naharuddin. (Foto: Istimewa).

MAMUJU, iNewsMamuju.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengenang sosok Naharuddin sebagai salah satu tokoh yang ikut memperjuangkan terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat. Naharuddin meninggal dunia di Rumah Sakit Tajuddin Halim, Makassar, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Bagi Junda, kepergian Naharuddin bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Sulawesi Barat. Sebab, Naharuddin merupakan salah satu tokoh yang turut mengambil bagian dalam perjuangan pembentukan provinsi tersebut.

"Duka yang mendalam karena salah satu tokoh pejuang Sulbar ini telah mendahului kita. Beliau tokoh pemuda yang tentu memperjuangkan terbentuknya Sulawesi Barat," kata Junda, Selasa.

Setelah Sulawesi Barat terbentuk, Naharuddin tidak berhenti berkontribusi. Ia pernah menjalankan peran sebagai anggota legislatif dan kemudian tetap memberikan sumbangsih sebagai bagian dari masyarakat.

Junda menyebut salah satu kontribusi terakhir Naharuddin yang cukup penting adalah upayanya menulis buku tentang perjalanan sejarah pembentukan Sulawesi Barat.

"Yang terakhir kontribusi beliau yang sementara beliau kerjakan ini adalah membuat sebuah buku tentang perjalanan sejarah pembentukan Sulawesi Barat," ujar Junda.

Namun, buku tersebut belum sempat diselesaikan. Di tengah proses penggarapan buku itu, Naharuddin terserang stroke dan harus menjalani perawatan.

Menurut Junda, buku yang sedang digarap Naharuddin menjadi salah satu bentuk kepeduliannya untuk meninggalkan catatan mengenai perjalanan perjuangan pembentukan Sulawesi Barat.

Junda sendiri sempat membesuk Naharuddin di Makassar ketika masih menjalani perawatan. Saat itu, Naharuddin belum sadarkan diri, tetapi masih menunjukkan respons ketika diajak berkomunikasi.

"Saat itu memang beliau belum sadar, tapi ada respon lah ya. Karena kalau saya atau kita ini yang datang bicara, dia mengangkatkan jempolnya, dia merespon. Tapi memang belum sadar, belum terbuka mata dan lain sebagainya," tutur Junda.

Kepergian Naharuddin, kata Junda, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi saat ini mengenai nilai perjuangan para tokoh yang ikut membentuk Sulawesi Barat.

Ia mengatakan nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diterapkan dalam pengabdian kepada daerah.

"Kami selaku Abwarat akan selalu mengenang nilai-nilai perjuangan dari para pejuang itu untuk bagaimana mencintai daerah ini dalam bekerja atau mengabdi kepada Sulawesi Barat," kata Junda.

Junda menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Naharuddin. Ia berharap amal ibadah almarhum diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Menurutnya, semangat Naharuddin dalam memperjuangkan dan mendokumentasikan perjalanan Sulawesi Barat akan menjadi bagian dari jejak yang ditinggalkan bagi daerah tersebut.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut