Pejuang Sulbar Almarhum Naharuddin Akan Dimakamkan di Campalagian Polman
MAMUJU, iNewsMamuju.id – Jenazah Naharuddin, salah satu tokoh yang dikenal sebagai pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, rencananya akan dimakamkan di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, setelah mendapat informasi mengenai rencana pemakaman Naharuddin.
"Untuk awal saya dapat dimakamkan di Campalagian," kata Junda, Selasa (11/8/2026).
Naharuddin meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Tajuddin Halim, Makassar.
Junda mengatakan, Naharuddin merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran dalam perjuangan pembentukan Sulawesi Barat. Setelah provinsi ini terbentuk, Naharuddin juga tetap memberikan kontribusi, termasuk melalui kiprahnya sebagai anggota legislatif.
Selain itu, Naharuddin sebelum meninggal tengah menggarap sebuah buku yang mengangkat perjalanan sejarah pembentukan Sulawesi Barat.
Buku tersebut belum sempat diselesaikan karena Naharuddin terserang stroke saat proses pengerjaannya.
Junda mengaku sempat menjenguk Naharuddin ketika menjalani perawatan di Makassar. Saat itu, Naharuddin belum sadarkan diri, tetapi masih memberikan respons ketika diajak berkomunikasi.
"Beliau mendapatkan perawatan karena tidak sadarkan diri. Dari Mamuju kemudian dibawa ke Makassar, di rumah sakit Tajudin Halim. Saya sempat juga membesuk beliau di Makassar," ujar Junda.
Menurut Junda, kepergian Naharuddin menjadi kehilangan bagi Sulawesi Barat. Ia berharap perjuangan dan kontribusi Naharuddin bagi daerah dapat terus dikenang.
"Beliau tokoh pemuda yang tentu memperjuangkan terbentuknya Sulawesi Barat. Dan setelah Sulawesi Barat juga terbentuk, beliau mengambil peran juga," katanya.
Junda mengatakan nilai-nilai perjuangan para tokoh pembentukan Sulawesi Barat perlu terus diteruskan melalui pengabdian kepada daerah.
"Kami selaku Abwarat akan selalu mengenang nilai-nilai perjuangan dari para pejuang itu untuk bagaimana mencintai daerah ini dalam bekerja atau mengabdi kepada Sulawesi Barat," tutur Junda.
Editor : A. Rudi Fathir