Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,20 Persen pada Triwulan II-2026

Suandi
Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani dalam konferensi pers di Aula BPS Sulbar, Mamuju, Rabu (5/8/2026). (Foto: Istimewa).

MAMUJU, iNewsMamuju.id -  Perekonomian Sulawesi Barat menunjukkan kinerja yang lebih baik pada triwulan II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat mencatat ekonomi daerah tumbuh 5,20 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,24 persen.

Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Sulbar juga tumbuh 6,48 persen, mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulbar atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan II-2026 mencapai Rp19,21 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp10,30 triliun.

"Pada triwulan II-2026, perekonomian Sulawesi Barat menciptakan nilai tambah sebesar Rp19,21 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp10,30 triliun atas dasar harga konstan. Perekonomian Sulbar tumbuh positif sebesar 5,20 persen secara year-on-year," kata Suri Handayani dalam konferensi pers di Aula BPS Sulbar, Mamuju, Rabu (5/8/2026).

Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat menempatkan provinsi ini di peringkat ke-21 dari 38 provinsi, dengan kontribusi 0,30 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Pertanian Masih Mendominasi

BPS mencatat struktur perekonomian Sulbar masih didominasi tiga lapangan usaha utama, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 47,45 persen, disusul Industri Pengolahan sebesar 11,89 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 9,27 persen.

Ketiga sektor tersebut menyumbang 68,61 persen terhadap total PDRB Sulawesi Barat.

Menurut Suri, sektor pertanian kembali menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi daerah dengan andil mencapai 1,45 poin.

Peningkatan produksi hortikultura seperti durian, pisang, rambutan, dan langsat, serta naiknya produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan subsektor peternakan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

Namun demikian, kinerja pertanian masih menghadapi tantangan akibat menurunnya produksi perikanan karena cuaca ekstrem di Selat Makassar dan kontraksi pada produksi tanaman pangan.

Selain pertanian, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 22,23 persen, Pengadaan Air sebesar 17,64 persen, dan Konstruksi yang meningkat 12,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ekspor dan Konsumsi Menguat

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulbar paling besar ditopang oleh Net Ekspor yang memberikan andil 2,52 poin terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kinerja ekspor tumbuh 11,51 persen dibandingkan triwulan II-2025, didorong meningkatnya ekspor minyak sawit mentah (CPO) beserta produk turunannya. Meski demikian, laju pertumbuhan ekspor sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,26 persen.

Di sisi lain, Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,41 persen, didorong meningkatnya belanja masyarakat saat Idul Adha dan pencairan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN).

Sementara itu, Konsumsi Pemerintah tumbuh 9,76 persen, sedangkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 9,11 persen.

Menurut BPS, peningkatan investasi didorong pembangunan sejumlah infrastruktur, seperti jalan, jembatan, serta proyek bangunan fisik pemerintah.

Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Sulawesi Barat terus menguat pada triwulan II-2026 dengan dukungan sektor riil, konsumsi masyarakat, dan investasi yang kembali tumbuh positif.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network