Siswa SMP di Pasangkayu Penghina Guru Lewat Medsos Sepakat Damai Via Restorative Justice
PASANGKAYU, iNewsMamuju.id - Dugaan penghinaan terhadap seorang guru melalui media sosial yang melibatkan sejumlah siswa SMP Negeri 5 Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, diselesaikan melalui mediasi. Proses penyelesaian dilakukan dengan menghadirkan para siswa, orang tua, pihak sekolah, serta aparat kepolisian dan TNI.
Peristiwa itu bermula dari unggahan seorang siswa berinisial F yang diduga berisi penghinaan terhadap gurunya. Unggahan tersebut kemudian dibagikan kembali oleh beberapa siswa lain sehingga memicu persoalan di lingkungan sekolah.
Mediasi digelar di SMP Negeri 5 Dapurang, Desa Sarasa, Kecamatan Dapurang, Kamis (23/7/2026). Pertemuan difasilitasi Bhabinkamtibmas Polsek Sarudu bersama Babinsa Desa Sarasa dan pihak sekolah.
Dalam pertemuan itu, seluruh siswa yang terlibat hadir bersama orang tua masing-masing. Penyelesaian dilakukan melalui musyawarah dengan mengedepankan pendekatan restoratif agar persoalan tidak berlanjut ke proses hukum.
Selain menyelesaikan konflik, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai etika bermedia sosial, pentingnya menjaga tutur kata di ruang digital, serta menghormati guru sebagai pendidik. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat menggunakan media sosial.
Hasil mediasi menyepakati penyelesaian secara damai. Para siswa menyampaikan permintaan maaf kepada guru yang menjadi pihak terdampak dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Kapolsek Sarudu IPTU Sofian Safruddin mengatakan pendekatan pembinaan lebih tepat diterapkan dalam kasus yang melibatkan pelajar, sehingga mereka dapat memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukan tanpa harus kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri.
"Kami mengimbau seluruh pelajar agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menghindari unggahan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan saling menghormati," ujar IPTU Sofian Safruddin.
Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat berdampak pada hubungan sosial maupun proses pendidikan. Karena itu, keterlibatan sekolah, keluarga, dan aparat dinilai penting untuk mencegah kasus serupa terulang.
Editor : A. Rudi Fathir