Sungai Budong-Budong Kembali Menghitam, Warga Minta Dugaan Limbah Pabrik Sawit Diusut
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id – Air Sungai Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kembali berubah warna menjadi hitam. Kondisi itu membuat warga di sekitar aliran sungai resah dan mempertanyakan penyebab perubahan warna air tersebut.
Warga menyebut perubahan warna air sungai telah terjadi dua kali dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat musim kemarau.
Mereka menduga perubahan warna air berkaitan dengan aktivitas perusahaan pabrik kelapa sawit yang berada di sekitar wilayah aliran sungai.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Penyebab perubahan warna air perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengujian oleh instansi yang berwenang.
Salah seorang warga, Masbur, mengatakan dirinya berada di lokasi saat air Sungai Budong-Budong berubah warna.
Ia mempertanyakan pengelolaan lingkungan perusahaan, termasuk pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengawasan terhadap potensi limbah yang dapat masuk ke aliran sungai.
“Air sungai menghitam. Kami menduga ini akibat limbah dari pabrik sawit yang mengalir langsung ke Sungai Budong-Budong. Analisis dampak lingkungannya juga sangat tidak jelas,” ujar Masbur.
Menurut dia, aktivitas perusahaan seharusnya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar.
Kekhawatiran warga semakin besar karena perubahan warna air terjadi ketika debit sungai menurun akibat musim kemarau. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperbesar dampak apabila perubahan warna air memang disebabkan oleh masuknya limbah ke sungai.
“Perusahaan ini tidak layak berada di Mamuju Tengah. Mereka hanya datang merusak dan mengambil keuntungan daerah,” katanya.
Masbur meminta pemerintah daerah, DPRD, dan Dinas Lingkungan Hidup turun langsung memeriksa kondisi Sungai Budong-Budong serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan di sekitar aliran sungai.
Ia menilai pengawasan harus dilakukan secara transparan untuk memastikan aktivitas perusahaan tidak berdampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Seharusnya pihak terkait, legislatif dan instansi lingkungan hidup, lebih tegas dalam mengawasi aktivitas perusahaan,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera menelusuri penyebab air Sungai Budong-Budong berubah warna. Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pencemaran, warga meminta pihak berwenang mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sungai Budong-Budong dinilai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang alirannya. Karena itu, warga meminta kualitas air sungai tetap dijaga, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat debit air menurun.
Editor : A. Rudi Fathir