Tergiur Untung 50 Persen dalam Sepekan, Puluhan Korban Investasi Bodong di Mamuju Rugi Rp 1 Miliar
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Seorang perempuan bernama Anggi Puput dilaporkan ke Polda Sulawesi Barat atas dugaan penipuan berkedok investasi dan arisan. Dari pendataan sementara para korban, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Salah seorang korban, Rini, warga Makassar, mengatakan Anggi awalnya menawarkan investasi dengan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Peserta yang menyetor modal Rp1 juta dijanjikan memperoleh pengembalian Rp1,5 juta hanya dalam waktu sepekan.
"Pertama dia bikin investasi, satu minggu setor Rp1 juta lalu kembali Rp1,5 juta. Banyak yang masuk investasi karena dalam seminggu bisa untung Rp500 ribu," kata Rini, Kamis (9/7/2026).
Setelah banyak orang bergabung, Anggi kembali menawarkan skema arisan. Dalam penawarannya, peserta yang menyetor Rp3 juta dijanjikan menerima Rp5 juta dalam waktu tiga hingga lima hari.
"Tidak lama kemudian dia bikin arisan. Beli arisan Rp3 juta dapat Rp5 juta dalam tiga atau lima hari. Kita semua tergiur karena keuntungannya besar," ujarnya.
Rini mengaku baru bergabung pada 6 Juli 2026. Namun, setelah menyerahkan uang, Anggi diduga tidak lagi dapat dihubungi.
"Saya ikut arisan sejak tanggal 6 Juli 2026 karena tergiur. Begitu saya kasih uang, langsung kabur," katanya.
Rini mengaku mengalami kerugian sebesar Rp35 juta. Berdasarkan komunikasi antar korban, sedikitnya 20 orang diduga menjadi korban dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
"Banyak korban yang ditipu, sekitar 20 orang. Total kerugiannya sampai Rp1 miliar. Saya sendiri beli arisannya Rp35 juta, yang lain juga banyak," ujarnya.
Menurut Rini, sebagian korban bahkan menggadaikan emas dan meminjam uang untuk mengikuti investasi maupun arisan tersebut karena tergiur keuntungan yang dijanjikan.
"Dia jual iming-iming modal kecil untung besar. Jadi kita semua tergiur. Ada yang sampai gadaikan emas dan ambil uang orang karena percaya sama dia," tuturnya.
Rini juga menduga pelaku telah beberapa kali menjalankan modus serupa dan berpindah-pindah tempat sehingga jumlah korban terus bertambah.
"Dia ini diduga sudah lama menipu dan sering pindah-pindah tempat, makanya korbannya banyak," katanya.
Para korban mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Barat dan berharap aparat segera mengusut dugaan penipuan itu serta menemukan terlapor.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun kepolisian terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.
Editor: A. Rudi Fathir